Senin, 31 Oktober 2011

HASIL MID SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN MATEMATIKA TAHUN AJARAN 2011/2012 KELAS VIII SBI 3 NO NAMA NILAI 1 A. KHAERIN PANDAWA S 80 2 ALDY ROFTIF 60 3 ANDIKA FAHMI REZA 55 4 ANISA NOVI ANDRIANI 80 5 APRILIA DWI SAPTIANI 50 6 DWI OCTAVIANI 60 7 FARAH NUR AZIZAH 50 8 INDIRA APRILIA 45 9 INGGA DWILIANI 95 10 M. MIKAIL AKBAR 80 11 MAYLINA ANINDITA 50 12 MUH. DANU EGA RAMADHAN 45 13 MUHAMMAD FITRIAN 85 14 NUR ARISKA MERITAMA 60 15 NURUL FARIDAH 80 16 REGITA MAHARANI 65 17 RIZAL DWI PRASETYO 45 18 ROBBY FEBRIANUR SALEH 70 19 SENA EKA R 85 20 SEPTIAN M NOOR 75 21 SILVANUS GEOVANNY 75 22 SURYA DWINATA 65 23 VEDRO ANDIKA INDRA P 65 24 YEHEZKIEL PRIYA YUESYA 70 25 ZAFIRA MUMTAZA AMALIA 55 KELAS VIII SBI 1 NO NAMA NILAI 1 ADELIA VIRGITA SARI 50 2 ADEVIA UMAIROH P 40 3 ADITYA YOAS ANANDA 55 4 AHMAD AL-ZAIRI 45 5 AHMAD RIDHANI 55 6 ANDI WILLY ANGGARA 40 7 ARMY YANTI NAINGGOLAN 60 8 DANIA ISTIQOMAH 85 9 DESY PUSPA NINGTYAS 80 10 FEBY TASYA RAMADHANTI 80 11 FUAD ILMI 50 12 INTAN NURMALASARI 80 13 MICHAEL DUDUNG G W 55 14 MUHAMMAD RAHIMI 90 15 MUHAMMAD RIDUAN 40 16 NAHRIA BILI 50 17 NUR ANDHINI 50 18 NUR FANNY RAMANDHANTY 85 19 PANCA ADI PUTRA 65 20 PUTRY RIZKY 60 21 RIYAN CRITOFEL W 80 22 RUSDIANSYAH 50 23 WINDA DWI SAFITRI 85 24 YONI MIFTAHUN NAFSIYAH 60 25 YULIA RAHAYUNINGTYAS 55 KELAS VIII SBI 2 NO NAMA NILAI 1 A. KHAERUN PANDAWA 60 2 ABDUL RAHMAN 45 3 ADI WIRIA GUSTAMA 45 4 ANDI ADAM AZWAR DANI 80 5 ARYA NARADI ISWARA 80 6 AULIA RAHMAH = 50 7 ERDINO PRASETYO =55 8 FAHRUL TRI HANDOYO= 35 9 FAISAL RAHMAN = 50 10 KIKI NURHASANAH= 55 11 LINGGA KHUSSUFI ANDRIANI = 85 12 M. FIKRI IHZA MAHENDRA = 75 13 M. RISKY NOOR = 60 14 MAHDITHA RIMA PRATIWI = 50 15 MEIDINA WIDYA PANGESTI = 65 16 NILA NOVIYANTI = 35 17 QORY KUSUMA WARDHANA 80 18 RETNO WULANDARI 30 19 RIENANDA ZAHRA 45 20 RISA FITRIANI 35 21 RISKA SEPTIA LEDAN 65 22 RISYA RAHMADANI 65 23 SHERIN GITA SAFITRI 65 24 TELA MARGASTUTI 70 25 TRIO SAPUTRA 45 26 YULINDA RIZKI NUR AZIZAH 55 KELAS VIII SBI 4 NO NAMA NILAI 1 ADHINA NUR FAJIN 40 2 ADITYA RAHMAN 40 3 AJIE PANGESTU 55 4 AMANUDDIN FAJAR FISU 80 5 ANUGRAH RESTU 35 6 DESI NOVITASARI 65 7 DEWI KURNIAWATI 60 8 DIAH RETNO AMBARWATI 40 9 GANTADA APRIYADI 45 10 ILHAMSYAH 45 11 IRMA APRELIANTY 90 12 LAILATUL ROHMAH 45 13 MUHAMMAD AINUR 65 14 MUHAMMAD LUTVI 35 15 NANDA PRAMESTY KARUNIASA 50 16 NOOR KHISNUL FATIMAH 80 17 NUR HUDAYA NINGRUM 45 18 NURMILA 50 19 PUJI WALUYO 40 20 RABIATUL ADAWIYAH 70 21 RIZAL PRADANA PUTRA 65 22 SAFIRA NURANI 90 23 SYAMSUL ARIFIN 55 24 WAHYU NINGSIH 75 25 YULI NURMAYANTI 85

Jumat, 09 September 2011

Anda Mau Anak Pintar Matematika? Coba Cara Ini!

Pintar dalam pelajaran matematika menjadi salah satu keuntungan seorang anak yang aktif bergerak. Dalam hal ini anak-anak yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Latihan reguler menambah kemampuan anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan, yang biasanya hanya duduk diam, untuk bisa berpikir, membuat berbagai rencana, bahkan bisa berkembang dalam pelajaran matematika. Demikian temuan para peneliti di Georgia Health Sciences University. Mengapa harus pelajaran matematika? Tidak dijelaskan mengapa, namun alasan utama adalah karena matematika adalah pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan pelajaran lain dan juga memerlukan konsentrasi lebih untuk mempelajarinya. Para peneliti juga mengharapkan agar tidak hanya anak obesitas yang harus menjalani olahraga setiap hari, namun juga mereka yang bertubuh biasa-biasa saja. Penelitian tersebut didasarkan pada pengamatan terhadap 171 anak overweight usia 7 hingga 11 tahun. Setelah melakukan olahraga setiap hari, terdapat perkembangan yang sangat signifikan dalam hal kebugaran dan keahlian dalam matematika. Menurut situs Pysch Central, setelah dilakukan scan MRI terhadap otak anak-anak itu, terdapat peningkatan aktivitas otak di korteks prefrontal, area yang biasa dipakai untuk berpikir. Selain itu, IQ pun bertambah. Semakin sering mereka berolahraga, semakin tinggi IQ. Rata-rata terjadi kenaikan 3,8 poin untuk mereka yang berlatih 40 menit per hari setelah sekolah, selama tiga bulan. Olahraga yang dilakukan bisa beragam: hula hoop, berlari, lompat tali, dan olahraga lainnya, termasuk juga berenang dan bersepeda. Semua olahraga itu juga membuat rangsang otak lebih aktif. Semuanya dari pergerakan yang dilakukan yang kemudian membuat darah lebih lancar mengalir, sehingga suplai oksigen pun lancar juga. Intinya, seorang anak tidak mungkin bisa bergerak jika otak tidak aktif. Untuk bisa aktif, dibutuhkan oksigen, dan seterusnya. Semuanya menjadi saling berhubungan. Karena itu, jika ada anak yang mengalami kelebihan berat badan, jangan biarkan mereka duduk diam. Ajaklah untuk bergerak sesering mungkin.

Rabu, 15 Juni 2011

NILAI ULANGAN SEMESTER GENAP TAHUN 2010/2011

KELAS VIII AL-GAZALI

No Urt No Subyek Kode/Nama Benar Salah Kosong Skr Asli Skr Bobot
1 1 AJI PR... 33 7 0 33 825
2 2 DEDI Y... 23 17 0 23 575
3 3 DIDIT ... 19 21 0 19 475
4 4 ERA JA... 7 33 0 7 175
5 5 ERLIYA... 23 17 0 23 575
6 6 FAHMI ... 20 20 0 20 500
7 7 HADI ... 21 19 0 21 525
8 8 HERDYA... 29 11 0 29 725
9 9 HERLAM... 19 21 0 19 475
10 10 ICAHAYA 21 19 0 21 525
11 11 IIS NU... 22 18 0 22 550
12 12 ILHAM 16 24 0 16 400
13 13 KASPIA... 21 19 0 21 525
14 14 M. NUR... 21 19 0 21 525
15 15 MUNALISAH 21 19 0 21 525
16 16 NADIA ... 21 19 0 21 525
17 17 NGESTI... 21 19 0 21 525
18 18 NURLIN... 18 22 0 18 450
19 19 RENO A... 21 19 0 21 525
20 20 RIMA W 20 20 0 20 500
21 21 SITI R... 16 24 0 16 400
22 22 SITI R... 16 24 0 16 400
23 23 SYAHYU... 11 29 0 11 275
24 24 SYAMSINAR 17 23 0 17 425
25 25 WULAN ... 27 13 0 27 675
26 26 YUDI A... 27 13 0 27 675
27 27 YULIYANTI 16 24 0 16 400

NILAI ULANGAN SEMESTER GENAP TAHUN 2010/2011

KELAS 7 SBI 5

No Urt No Subyek Kode/Nama Benar Salah Kosong Skr Asli Skr Bobot
1 1 ALDY R... 27 13 0 27 675
2 2 ALVIN ... 20 20 0 20 500
3 3 ANISA ... 36 4 0 36 900
4 4 EXCSEL... 27 13 0 27 675
5 5 M. FIK... 29 11 0 29 725
6 6 GANTAD... 30 10 0 30 750
7 7 HANIFA... 25 15 0 25 625
8 8 INGGA ... 36 4 0 36 900
9 9 JESSAY... 30 10 0 30 750
10 10 MEIDIN... 29 11 0 29 725
11 11 MIFTAH... 25 15 0 25 625
12 12 MUHAMM... 25 15 0 25 625
13 13 MUHAMM... 34 6 0 34 850
14 14 NAHRIA... 25 15 0 25 625
15 15 NURMILLA 17 23 0 17 425
16 16 NURUL ... 29 11 0 29 725
17 17 PUTRI ... 22 18 0 22 550
18 18 QORY K... 26 14 0 26 650
19 19 REGITA... 29 11 0 29 725
20 20 SAFIRA... 36 4 0 36 900
21 21 SAIDAT... 37 3 0 37 925
22 22 SENA I... 24 16 0 24 600
23 23 SETIYA... 22 18 0 22 550
24 24 TELA M... 30 10 0 30 750
25 25 YEHEZK... 33 7 0 33 825
26 26 YULIA ... 20 20 0 20 500

NILAI ULANGAN SEMESTER GENAP TAHUN 2010/2011

KELAS 8 BILLINGUAL DAN 8 SBI 3


No Urt No Subyek Kode/Nama Benar Salah Kosong Skr Asli Skr Bobot
1 1 ACHMAT... 25 15 0 25 625
2 2 ADITYA... 29 11 0 29 725
3 3 ADITYA... 19 21 0 19 475
4 4 ALVA P... 20 20 0 20 500
5 5 ANDY S... 26 14 0 26 650
6 6 ARDIAN... 27 13 0 27 675
7 7 ARIEF ... 24 16 0 24 600
8 8 DERIK ... 26 13 1 26 650
9 9 ELSA I... 29 10 1 29 725
10 10 ENDAH ... 27 13 0 27 675
11 11 FACHRU... 22 18 0 22 550
12 12 FANJI EKA 27 12 1 27 675
13 13 FEBRI ... 24 16 0 24 600
14 14 HANA G... 26 14 0 26 650
15 15 HARIS ... 27 12 1 27 675
16 16 ILHAM ... 28 12 0 28 700
17 17 INDRI ... 28 12 0 28 700
18 18 LALU Z... 27 13 0 27 675
19 19 MUH.ZE... 30 10 0 30 750
20 20 MUHAMM... 31 9 0 31 775
21 21 MUHAMM... 32 8 0 32 800
22 22 PANGGA... 26 14 0 26 650
23 23 SYUKRO... 32 8 0 32 800
24 24 WAHYU ... 20 20 0 20 500
25 25 YOSE M... 20 20 0 20 500
26 26 YUDHA ... 30 10 0 30 750
27 28 EISTEI... 35 5 0 35 875
28 29 ABDUL ... 33 7 0 33 825
29 30 ADELIA... 38 2 0 38 950
30 31 AGUSTINI 35 5 0 35 875
31 32 ARDHIA... 35 5 0 35 875
32 33 ASYERA... 30 10 0 30 750
33 34 CINTHY... 38 2 0 38 950
34 35 EVA AN... 26 14 0 26 650
35 36 FAKHRI... 25 15 0 25 625
36 37 FIRHAN... 31 9 0 31 775
37 38 JABIR ... 20 19 1 20 500
38 39 NIKEN ... 28 12 0 28 700
39 40 NIKO D... 20 20 0 20 500
40 41 PUTRI ... 25 15 0 25 625
41 42 REZA F... 36 4 0 36 900
42 43 RINI A... 29 11 0 29 725
43 44 RULLIC... 35 5 0 35 875
44 45 SITTI ... 30 10 0 30 750
45 46 VIKA I... 28 12 0 28 700
46 47 WINDA ... 24 16 0 24 600
47 48 WINDA ... 29 11 0 29 725
48 49 YUSRA ... 28 12 0 28 700

KET:
NILAI US ADALAH SKOR BOBOT................

Selasa, 31 Mei 2011

Dakwatuna.com – Tangisku pecah, memasuki kamar kosku. Seperti berada dalam pelukan ibuku. Kamar tempatku menumpahkan segala rasa. Kamar tempatku merancang mimpi dan merajut asa. Disini aku bisa menangis sepuasnya. Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau, termasuk menangis dengan tangisan paling menyayat seumur hidupku, begitulah aku mengistilahkannya. Kumatikan ponsel dan semua akses komunikasi. Aku tidak ingin bicara dengan siapapun, karena tak akan ada yang mengerti perasaanku saat itu.

Aku menangis, menjerit, memecah kesunyian, dan menumpahkan semua beban yang membuncah di dadaku. Tak satu pun orang di rumah kos ini. Hanya aku dan Tuhanku. Tuhanku? Kenapa aku bisa melupakannya…Tuhan tempatku bergantung. Tuhan tempatku bermohon, Allah tempatku berbagi.

Setelah hampir satu jam menangis, aku mulai merasa lelah. Seiring suara azan Isya dari masjid sebelah, aku mencoba bangkit. Berwudhu, membasuh wajahku, menyeka sisa air mata yang menempel di pipiku.

Rabb, nikmat Engkau yang mana lagi yang akan hamba dustakan?

Kenapa aku harus menyayat sedemikian menyayat padahal aku masih bisa merasakan dinginnya air wudhu membasahi permukaan kulitku. Setelah itu kuhadapkan diri pada Rabb-ku. Sholat Isya. Allahu Akbar…Maha Besar Allah yang telah menciptakan ujian dan cobaan dalam hidup. Mungkin inilah shalat terbaik dalam hidupku. Sholat dalam keadaan ingatanku akan kematian teramat kuat. Inikah shalat terakhirku?

Kenapa harus aku? Cukup kuatkah aku menjalaninya? Mampukah aku hidup tanpa mimpi dan asa?

Ingatanku kembali pada kejadian siang tadi saat berjalan sendiri melewati lorong-lorong sepi di salah satu rumah sakit. ini hari ke-6 aku menjalani rangkaian pemeriksaan tubuhku di rumah sakit. Keluhan anemia, mual muntah, hipertensi, dan asam urat tinggi kembali terngiang di kepalaku. Hari ini adalah penentuan, sakit apa aku sebenarnya.

Dengan tegap kulangkahkan kakiku menuju ruang periksa dokter spesialis ginjal dan hipertensi. Dengan tenang aku duduk di depan dokter sambil menyerahkan hasil-hasil lab yang jumlahnya sudah tak terhitung lagi.

saat selesai membaca hasil labku yang terbaru, tiba-tiba dokter itu menatapku dalam. Aku hanya tersenyum. Dia menatapku semakin dalam. Tak lama kemudian, meluncurlah kelimat panjang yang seolah menjadi pengantar bayanganku tentang sesuatu : …..KEMATIAN!!!

“Kamu punya Askes? Kerja dimana? Ada jaminan kesehatan nggak? Dengarkan baik-baik, kamu harus menjalani cuci darah dua kali seminggu. Satu kali cuci darah 600.000 rupiah. Artinya, kamu harus sedia uang minimal 4.800.000 rupiah setiap bulan. Kalau tidak, kamu akan mengalami komplikasi penyakit sampai koma dan bisa berakibat pada kematian, gimana?”

Aku perempuan berusia muda, yang datang sendiri ke rumah sakit dengan keyakinan bahwa penyakitku masih bisa di obati dengan minum obat secara rutin, tiba-tiba mendengar istilah baru bernama cuci darah.

Ya Tuhan, apa lagi ini? Jenis pengobatan macam apa ini? Mengapa begitu mahal? Apakah tidak ada alternatif lain? Sudah sedemikian parahkah penyakitku ini?

Segala hal tentang kematian tiba-tiba menggantung di pelupuk mataku. Kucoba menahan bulir bening itu turun dengan mengangkat wajah sambil menatap gambar-gambar yang menempel di dinding. Tidak mungkin aku menjalani cuci darah yang sedemikian mahal. Membayangkannya pun bahkan aku tak sanggup. Yang terngiang di telingaku hanyalah ungkapan sang dokter : Cuci Darah atau Mati!

Dan sampai kini ingin sekali kukatakan “Dokter, tidak bisakah Anda memberi sedikit harapan kepada seseorang yang harus menghadapi kematian ketika teman-temannya sedang merajut mimpi tentang masa depan?”.

Tiba-tiba ada suara keras yang memekakkan telingaku, “IKHLAS!!” Ya, hanya itu. Entah dari mana. Apakah itu suara nuraniku atau jawaban dari pertanyaanku? Aku tak pernah tahu. Yang jelas satu hal yang aku rasakan saat itu, ada kekuatan yang mendorongku untuk berkata, “Rabb, apapun yang akan terjadi, apapun yang harus hamba jalani, hamba ikhlas.”

Ada kekuatan besar yang mampu mendorongku untuk berhenti menangis, berhenti bertanya. Aku mencoba sendiri, lebih banyak mengingat Allah, mencoba memaknai sabar dan ikhlas yang tak terbatas.

Selembar kertas yang bertebaran di meja segera ku raih, jemari lentikku kembali menggerakkan pena..
Hari ini ku ingin sampaikan padamu tentang ikhlas…

Sungguh, Kesabaran itu tak pernah berbatas..
Yakinkan dirimu bahwa tak akan ada kata “Kesabaranku sudah habis” keluar dari mulutmu
Karena ikhlas itu tak pernah boleh berakhir…
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada kata “Aku sudah tak sanggup lagi” mengalir dalam bibirmu
Karena tugasmu sebagai Abdi Rabbmu..tak akan pernah selesai

Yakinkan dirimu bahwa Rabb-Mu Maha Adil
Yakinkan dirimu bahwa engkau mencintai-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa engkau mati hanya untuk-Nya..
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada sesuatu dan seseorang dalam hatimu kecuali DIA.
Dan akhirnya…keikhlasan itu pun hadir….

Ketika kehendakmu tak sejalan dengan kehendak-Nya…
Biarkan kehendak-Nya yang berjalan atas hidupmu
Karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu

Ketika inginmu tak sesuai dengan ingin-Nya
Biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik bagi hidupmu
Karena Dia Mahatahu segala hal tentang dirimu..

Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu
Bukan kecewa pada Robb-Mu..
Tapi kekecewaan pada dirimu sendiri
Karena tak mampu berdiri diatas ingin-Nya..

Hidup harus terus dijalani, Sholehah terkasih…
Semenyakitkan apapun
Siap ataupun tidak
Karena Rabb-Mu tidak pernah butuh persetujuanmu atas setiap kehendak-Nya..

(Didedikasikan untuk saudari saya semoga Allah mengangkat penyakitmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit setelahnya…)

Markaz Pribadi
Jatipadang, April 2010

Taubatnya Ahli Maksiat

Kisah ini diambil dari majalah “Al-Ummah Al-Qatriyyah” No. 70, dari kolom bertajuk “TAUBAT”, ditulis oleh Husein Uwais Mathar.

Sungguh sahabatku telah berubah, tertawanya renyah lembut menyapa setiap telinga, laksana fajar menyingsing menyambut pagi. Padahal sebelumnya tertawanya seringkali memekakkan telinga dan menyakiti perasaan. Kini pandangannya sejuk penuh tawadhu. Sedangkan sebelumnya penuh dengan pandangan yang destruktif. Ucapan yang keluar dari mulutnya kini penuh dengan perhitungan, padahal sebelumnya sesumbar ke sana kemari melukai dan menyakiti hati orang, tidak peduli dan tidak ada beban dosa. Wajahnya tenang diliputi cahaya hidayah setelah sebelumnya terkesan garang dan tidak ada belas kasihan.

Aku tatap wajahnya, dia paham apa yang aku inginkan, lalu ia berkata,

“Sepertinya engkau ingin bertanya kepadaku. Apa yang membuatmu berubah?”

“Ya, itu yang aku ingin Tanya kepadamu”, tandasku, wajahmu yang kulihat beberapa tahun yang lalu berbeda 180 derajat dengan wajah yang kulihat sekarang.

سُبْحَانَ مُغَيِّرِ الأَحْوَالِ

Maha suci Allah yang Maha merubah keadaan,” katanya penuh rasa syukur. “Hmm… pasti di balik semua itu ada kisah menariknya,” komentarku.

“Ya, kisahnya bila kukenang, selalu menambah keimananku kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kisahnya melebihi khayalan, namun tetap sebuah kenyataan yang telah merubah arah hidupku, sekarang aku akan ceritakan semua kisah ini.”

Ketika aku sedang mengendarai mobil menuju Kairo, di salah satu jembatan yang menghubungkan kota tersebut, tiba-tiba seekor sapi dan seorang anak kecil melintas di depanku, aku kaget dan tidak dapat mengendalikan kendaraan. Tanpa sadar mobilku terjun ke sungai, dan aku sudah ada di dalam air. Aku angkat kepalaku ke atas agar bisa bernafas, tetapi mobilku terus tenggelam dan air nyaris memenuhi dalam mobilku, tanganku segera menjamah gagang pintu, tapi pintunya terkunci. Saat itu aku merasa akan segera mati, yang terbayang adalah perjalanan hidupku yang penuh dengan dosa dan noda. Segalanya seperti gelap, seperti berada di terowongan yang dalam dan gelap, panik mencekam dan batinku berteriak, “Yaa Rabb… Selamatkanlah aku, bukan dari kematian yang sebentar lagi akan kualami, tapi selamatkanlah aku dari segala dosa yang telah melingkupi diriku, aku merasa jiwaku seperti melayang dan mohon ampun kepada Allah sebelum menemui-Nya, lalu aku mengucap dua kalimat syahadat, aku mulai merasa akan mati.

Aku berusaha menggerakkan tanganku untuk menggapai sesuatu, tiba-tiba tanganku menyentuh sesuatu yang bolong, aku ingat!, bolongan tersebut berasal dari kaca bagian depan, yang pecah sejak tiga hari yang lalu, tanpa pikir panjang lagi, aku dorong sekuat tenaga badanku keluar dari kaca bolong tersebut, aku kembali melihat cahaya terang, aku lihat masyarakat menyaksikan dari tepi sungai seraya saling berteriak keras agar ada salah seorang yang menolongku, lalu terjun dua orang dari mereka ke sungai dan membawaku ke tepinya, dengan fisik yang lemah lunglai aku masih merasa tidak yakin bisa selamat dan kembali hidup, dari kejauhan kulihat mobilku perlahan-lahan terbenam ke dalam air. Sejak detik itu aku merasa sangat ingin meninggalkan masa laluku yang penuh dengan dosa, hal itu langsung kubuktikan sesampainya di rumah, langsung kurobek-robek gambar dan poster para selebritis pujaan dan gambar wanita setengah telanjang yang sengaja kupajang di dinding rumahku, lalu aku masuk ke kamar dan menghempaskan badanku di atas kasur sambil menangis, baru pertama kali ini aku merasa menyesal terhadap dosa-dosa yang telah kuperbuat, semakin keras tangisku dan semakin deras air mataku bercucuran, sementara badanku gemetar. Saat itulah aku mendengar azan, seakan-akan aku baru mendengarnya pertama kali. Aku langsung bangkit berdiri dan segera bergegas mengambil air wudhu. Di masjid, setelah aku menunaikan shalat, aku menyatakan taubat dan mohon kepada Allah agar mengampuniku; Sejak itulah sebagaimana yang engkau lihat sekarang wajahku berubah karena taubat.”

Aku tertegun mendengar ceritanya lalu aku katakan kepadanya :

هَنِيْئًا لَكَ يَا أخِيْ وَحَمْدًا للهِ عَلَى سَلاَمَتِكَ لَقَدْ أَرَادَ اللهُ بِكَ خَيْرًا وَاللهُ يَتَوَلاَّكَ وَيَرْعَاكَ وَيُثَبِّتُ عَلَى الْحَقِّ خُطَاكَ

“Berbahagialah engkau hai saudaraku, segala puji bagi Allah atas keselamatanmu, sungguh Allah telah menghendaki kebaikan terhadapmu, Allah akan selalu melindungimu dan menjagamu, serta mengokohkan langkahmu di atas kebenaran”. (hdn)